Senin, 26 Desember 2011

OBAT TRADISIONAL YANG LAINNYA

khasiat antanan
Tanaman ini disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Banyak orang mengenal tanaman asal Asia tropic itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (JaTeng), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura). Di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya ia suka dijual dengan nama daun antanan. Sebab, meski rasanya manis pahit, ia suka dijadikan lalapan.

Kaya senyawa kimia
Beberapa literature tentang obat tradisional mengungkapkan, tapak kuda mengandung banyak senyawa kimia bermanfaat obat. Diantaranya asam asiatat, asiatikosida, β-karotena, β-karofilena, β-elemena, β-farnesena, β-sitosterol, brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam  iso-tankunat, tankunisida, meso-inosito, asam askorbat, niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak.

Dengan kandungan senyawa kimia yang dikandungnya, tanaman ini banyak dipakai sebagai bahan obat tradisional. Tidak saja di Indonesia, tapi di berbagai Negara Asia Timur. Bahkan sejak zaman Sansekerta, tanaman ini sudah dipakai sebagai obat penyakit kulit, gangguan system saraf, maupun peredaran darah. Di India ia dipakai sebagai obat antidisentri. Di Malaysia, selain dijual sebagai tonik dan minuma segar, ia juga jadi bahan infuse untuk penyembuhan gangguan liver. Dia juga menjadi obat bronchitis, asma, radang lambung, disentri, gangguan ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di Indonesia juga dipakai sebagai peluruh kencing, pembersih darah, disentri, radang usus, sakit perut, batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan.

Efek antiinflamasi
Tanaman ini juga memiliki efek antiinflamasi, antibiotic, antidemam, antidiuretik, dan keratolitik. Bahkan, kemampuan antibiotic dan antiinflamasinya tergolong tinggi hinga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika ia efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorokan, radang lambung, hingga disentri.

Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamanya. Caranya, 1 kg daun segar ditumbuk, ditambah 0,5 liter air matang, diperas, lalu disaring. Perasannya lalu diminum. Karena khasiatnya sebagai obat antiinflamasi pula sehingga ia mulai dilirik sebagai abhan baku salep untuk mengobati luka

RUMPUT DAN TANAMAN PAGAR UNTUK OBAT

Inilah 3 tanaman obat yang kerapkali dijadikan bahan ramuan jamu. Mereka bisa ditemukan di dapur, halaman rumah, kebun, atau bahkan di gulma lading.
  1. Jahe (Zingiber officinale)
khasiat jahe
Rempah yang banyak ditemui di dataran beriklim tropic dan subtropik ini diperkirakan berasal dari India. Daunnya tunggal, sepanjang 15-23 mm dan lebar 8-15 mm. daun bagian tepi rata, berujung runcing, dan berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk tabung kuning kehijauan. Di bagian bibir mahkota bunga berwarna ungu dengan bintik putih kekuningan.
Ada 3 macam jahe, yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah. Jahe putih besar memiliki rimpang besar dan menggembung, jahe putih kecil berimpang agak rata dan sedikit menggembung. Sementara jahe merah warna rimpang merah tetapi ukurannya lebih kecil disbanding jahe putih kecil.
Jahe mengandung minyak atsiri, gingerol, zingeron, resin, zat pati, dan gula. Rimpang dipakai sebagai obat batuk, antimual, dan dijadikan minuman pengusir masuk angin dan kembung. Kandungan gingerol-zat antiradang- dalam jahe merah lebih tinggi dibanding dua macam jahe lainnya. Kandungan minyak atsirinya mampu menghangatkan tubuh sehingga melegakkan saluran pernapasan, meredakan batuk dan asma. Namun, bagi penderita maag, sebaiknya jangan menkonsumsi terlalu banyak. Di Indonesia, jahe merah lebih banyak ditemui di Lampung.
  1. Kemuning (Murraya paniculata)
khasiat kemuning
Kemuning biasanya tumbuh liar, tapi kini banyak digunakan sebagai tanaman penghias pagar. Ia dapat tumbuh hingga ketinggian 400 m dpl. Ada jenis yang tumbuh besar setinggi 3-8 meter. Namun, yang biasa dipilih untuk penghias pekarangan berdaun kecil dan lebat.
Daun, ranting, kulit batang, dan akar kemuning berkhasiat sebagai antiradang, antinyeri, penghilang bengkak, hingga pelangsing tubuh. Daun kemuning antara lain mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, dan tannin, yang berkhasiat obat. Perasan daun kemuning yang ditumbuk sampai lumat dan dicampur air, dapat mengahaluskan kulit jika dioleskan setiap malam. Sebagai pelangsing tubuh gunakan daun kemuning yang direbus bersama daun mengkudu. Sedangkan rebusan daun dan akar kemuning ampuh mengatasi radang buah zakar, radang salurtan napas (bronchitis), haid tak teratur, keputihan, dan kencing nanah. Tumbukan daun kemuning dicampur daun kaca piring dan sedikit arak, lalu dihangatkan, cocok untuk obat memar atau digigit serangga.

ATASI BATU GINJAL TANPA OPERASI

Seseorang dapat tersiksa karena batu ginjal. Setiap buang air kecil, pinggang dan perut bagian bawah akan terasa sakit. Urine keruh dan susah keluar, bahkan bisa disertai tetesan darah segar. Penyebabnya, saluran kencing bergesekan langsung dengan pasir atau pecahan batu yang keluar bersama urine. Berikut beberapa obat tradisional untuk mengatasi masalah batu ginjal.
1. Kembang bugang
Tanaman ini mengandung saponin dan flavonoid. Cairan atau rebusan tanaman ini baik dan manjur meluruhkan batu dalam saluran kencing. Namun, khasiatnya berkurang bila sudah kering. Sekali meramu, tidak boleh menggunakan terlalu banyak, hanya 7 lembar daun.
Bahan:
  • 7 helai daun kembang bugang
  • 40 helai daun kumis kucing
  • 5 batang dan akar meniran
  • 1 rimpang kunyit
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan baku. Khusus rimpang kunyit, kupaslah sebelum pencucian dan iris tipis-tipis. Semua bahan direbus dalam air 200 cc. hindarkan merebus dengan wadah aluminium karena dikhawatirkan kandungan Fe akan terlarut. Nyala api yang terlalu besar juga dihindarkan. Ketika air tinggal 3 gelas hentikan perebusan. Ramuan itu diminum 3 kali sehari masing-masing sebanyak ¾ gelas
2. Kejibeling
Kandungan kimia pada tanaman ini yaitu salisilat, karbonat, dan garam alkali berkhasiat meluruhkan batu dalam saluran kencing. Pemakaiannya juga tidak boleh terlalu lama karena akan memperngaruhi lambung. Namun, sifat kurang baik itu bisa dinetralisir dengan mencampur dengan daun wungu.
Bahan:
  • 7 helai daun kejibeling
  • 5 jengkal akar alang-alang
  • 40 helai daun kumis kucing
  • 3 helai daun wungu
Cara meramu: cuci bersih semua bahan tersebut dan rebuslah. Perebusan dihentikan saat air tersisa 3 gelas. Hasil rebusan diminum 3 kali sehari masing-masing ¾ gelas.
3. Tempuyung
tanaman ini mengandung flavonoid, saponin, dan polifenol yang berkhasiat meluruhkan air seni dan menghancurkan kalsium.
Bahan:
  • 7 helai daun tempuyung
  • 40 helai daun kumis kucing
  • ½ genggam rambut jagung
  • 5 helai daun sendokan (ki urat)
Cara meramu:
Setelah dicuci bersih , semua bahan direbus. Minumlah hasil rebusan 3 kali sehari. Selama pengobatan, minum air sebanyak mungkin, minimal 10 gelas per hari. Usahakan buang air besar secara rutin. Hindari mengonsumsi kol, bayam, dan tomat. Kurangi makan daging, minuman beralkohol, teh kental, serta kopi. Sebaliknya, penderita dianjurkan menyantap tanaman lobak, labu putih, dan mentimun.
Bila batu belum keluar dalam tempo satu bulan, pengobatan diulangi kembali selama satu bulan.

TANAMAN PENGHADANG DIARE

Diare adalah suatu gejala umum dari penyakit pada usus lambung, yang ditandai dengan pembuangan hajat cair berulang kali. Pada umumnya, penyakit diare disebabkan oleh jenis bakteri dan protozon tertentu.

Ternyata, tidak selamanya penderita diare harus menenggak kapsul kimiawi. Pengobatan alternative lain adalah dengan memanfaatkan aneka tanaman yang mudah didapatkna di sekitar kita. Sebagaimana diketahui, ada beberapa tanaman hias cantik, yang ternyata tak hanya sebagai pemanis halaman rumah, namun sekaligus bisa mengatasi diare. Sekurang-kurangnya ada 7 tanaman:



KHASIAT SIRSAK

OBAT TRADISIONAL
Siapa tak kenal sirsak (Annona muricata)? Tanaman asli Amerika tropis ini sangat popular sebagai buah yang asam manis menyegarkan. Banyak dikonsumsi segar, dijus, atau dicampurkan dalam minuman. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda zuurzak yang berarti kantung asam. Hal ini karena rasanya yang asam manis. Sirsak dapat tumbuh di sembarang tempat pada ketinggian 0-1000 m dpl. Namun paling cocok ditanam di daerah yang cukup mengandung air. Kini banyak ditanam di halaman rumah sebatagi pohon buah pekarangan.

Setiap 100 gr sirsak mengandung 65 kalori, 1 gr protein, 0,3 gr lemak, dan 16,3 gr karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, C. juga mengandung senyawa caffeine, hydrocyanic acid, myricyl alcohol, dan sterol. Sedangkan daun dan batang menganudng senyawa tannin, fitosterol, Ca-oksalat, dan alkaloid murisine.

Efek diuretic
Memang secara empiris sirsak banyak dipakai untuk mengobati rematik, pegal, dan sakit pinggang. Dua puluh lembar daun sirsak direbus dengan 5 gelas air hingga tinggal 3 gelas, menurut seorang peneliti bisa menyembuhkan sakit pinggang. Sedangkan menurut Oswald menyebutkan, daun direbus setengah jam, kemudian airnya diminum untuk obat peluruh keringat dan anti kejang. Begitu pun buahnya, dikatakan berkhasiat sebagai obat ambeien, sakit kandung kemih, diare. Zat gizi yang dikandungnya berkhasiat memperlancar proses metabolisme hormonal di dalam tubuh. Selain itu, sirsak juga memiliki efek diuretic. Bila rutin mengkonsumsi, sekresi urine akan lebih lancer. Karena itu sirsak banyak dipakai juga untuk mengatasi gejala sakit pinggang maupun susah kencing. Dengan efek diuretic (peluruh kencing), sekresi asam urat melalui urine dapat berjalan lancar untuk mengurangi kadar asam urat darah. Selain itu, zat asam pada sirsak diduga bereaksi dengan asam urat darah membetnuk senyawa lain yang tidak berbahaya.

Fungsi ginjal
Penyakit asam urat atau gout memang terjadi karena gangguan metabolisme purin di dalam darah. Kadar asam urat darah mengingkat melewati kadar normal 2-5 mg%. Terganggunya system pencernaan dan peredaran darah, termasuk kelenjar-kelenjarnya merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, meningkatnya kadar asam urat darah juga disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal dan saluran kemih yang mengakibatkan tidak lancarnya sekresi asam urat melalui urine.

Untuk mengobatinya perlu dilakukan perbaikan system metabolisme enzim dan zat makanan di dalam tubuh agar tidak terjadi penumpukan asam urat. Selain itu asam urat darah pun harus disekresikan ke luar tubuh, baik melalui urine maupun kotoran. Tidak heran jika konsumsi sirsak secara teratur dapat mengatasi masalah asam urat. Namun konsumsi sirsak tidak disarankan untuk penderita dengan gejala lambung atau gastritis. Sirsak yang kandungan asamnya tinggi dapat memicu lambung sakit maag.

TANMAN OBAT YANG ADA DILINGKUNGAN KITA

Tanaman obat untuk penyakit tertentu bertebaran di banyak tempat. Masalahnya, sukar mengenali sosok sang tanaman tanpa dibekali pengetahuan khusus. Padahal boleh jadi dia sering Anda temui setiap hari. Tanaman obat di bawah ini pun barangkali tumbuh liar di kebun atau pekarangn rumah Anda.
Legundi
OBAT TRADISIONAL
Vitex trifolia ini tersebar di seluruh Indonesia. Nama daerahnya beragam. Misalnya langgundi (Minang), Gandasari (Palembang), lagondi (Sunda), legundi (jawa), sangari (Bima), laura (Makasar), dan lawarani (Bugis).

Ia merupakan perdu bercabang banyak, tinggi 2-5 m. menyebarkan aroma seperti rempah. Bunga berwarna putih keunguan, buah cokelat. Biji kecil, cokelat. Rasanya pahit, panas, dan menyengat. Tumbuh liar di tanah berpasir, gersang, atau di timbunan sampah hingga ketinggian 1000 m dpl.

Legundi mengandung alkaloid berupa viticine, vitexicarpin, flavonoida casticin, saponin, aucubin, agnosida, erostosida, vanillic acid, dan minyak atsiri sineol. Menurut pengobat tradisional, flavonoid dalam daun legundi muda berkhasiat untuk mengatasi radang paru-paru. Karena itu ia dipakai dalam ramuan obat carcinoma bronchogenika.

Secara umum daunnya berkhasiat sebagai tonik, ekspektoran, antipiretik, obat cacing, demam nifas, tifus, obat haid, peluruh air seni, dan peluruh air keringat. Akarnya berkhasiat sebagai antipiretik dan obat lever. Buahnya dipakai sebagai obat batuk, asma, pelancar haid, meningkatkan produksi ASI, dan meningkatkan kesuburan wanita.
Mengkudu
OBAT TRADISIONAL
Morinda citrifolia tumbuh liar di pesisr pantai di seluruh wilayah Indonesia. Ada juga yang sengaja ditanam sebagai peneduh karena sosok tanaman bercabang banyak dan bertajuk lebar. Di Indonesia tanaman berjuluk Queen of Morinda ini juga dikenal dengan nama pace (Jawa), mengkudu (Melayu), cangkudu (Sunda), dan bangkudu (Batak).

Ia berupa perdu setinggi 3-8 m dan berbatang bengkok. Daun berbentuk bulat telur sampai lanset dengan lebar 8-15 cm dan panjang 10-20 cm. bunga putih, kecil, dan menggerombol pada satu dasar bersama yang membengkak benjol-benjol sampai disebut bonggol. Saat bunga rontok, bekas tempatnya tampak seperti kutil pada kulit bonggol itu. Bonggol bunga itu membengkak kemudian mengukuhkan diri menjadi “buah” mengkudu.

Mengkudu mengandung terpenoid, anthraquinones, asam askorbat, scorpoletin, serotonin, damnacanthal, dan proxeronine. Selain untuk memperkuat tenggorokan, perasan buah mengkudu juga membantu menyembuhkan peradangan amandel. Kombinasi dengan jeruk, kunyit, dan madu merupakan obat radang amandel yang ampuh. Berbagai penelitian membuktikan, mengkudu mampu menyembuhkan beragam penyakit karena kandungan kimianya. Misalnya menigkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, antikanker dan antitumor, analgetik, antiradang, antialergi, antibakteri, mengatur siklus suasana hati, dan mengatasi siklus energi tubuh.
Daun Sendok
OBAT TRADISIONAL
Merupakan herba tahunan, setinggi 60-80 cm. batang pendek, bulat, berwarna cokelat. Daun berbentk bulat telur sampai lanset, panjang 3-22 cm dan lebar 1-20 cm dengan permukaan licin. Buah hijau, bentuk kotak berisi 2-4 biji cokelat hingga hitam. Tanaman bernama latin Plantago major ini dikenal juga sebagai ki urat di Sumatera, daun otot (Jawa Tengah), atau torongoat (Minahasa, Sulut). Ia tumbuh liar di lahan-lahan ternaungi di areal perkebunan, maupun di lapangan rumput pada ketinggian 300-3000 m dpl. Ia menyukai tanah yang tidak terlalu kering.

Tanaman yang mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol ini banyak digunakan sebagai peluruh kencing, penurun panas, dan penambah nafsu makan. Bisa juga untuk mengatasi batu empedu. Batu empedu diharapkan bisa keluar bersama urine. Manfaat lain, untuk mengurangi cholic (kejang) penderita. Selain peluruh kencing, daun sendokan juga banyak dipakai sebagai obat batuk, obat cacing, dan sebagai obat luar untuk mengobati luka atau penyakit kulit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar